Pengaruh Faktor Luar Dan Faktor Dalam Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan
Sepeti yang kita ketahui pertumbuhan dan perkembangan adalah salah
satu ciri dari mahkluk hidup. Tumbuhan yang awalnya terbentuk dari sebuah
sel zigot, kemudian berkembang menjadi embrio hingga membentuk suatu kesatuan
menjadi individu utuh yang mempunyai akar, batang, dan daun. Hal tersebut sama
halnya dengan hewan, tumbuh dari satu sel menjadi embrio hingga membentuk satu
individu utuh yang mempunyai kaki, kepala, tangan, dan organ lainnya.
Pertumbuhan tersebut terjadi secara irrevesibel(tidak dapat kembali ke bentuk
semula dan perkembangan dapat diartikan sebagai suatu proses menuju suatu
kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan dapat
terjadi dengan adanya dukungan dari faktor luar dan faktor dalam. faktor luar
dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti suhu, intensitas cahaya, oksigen
dan masih banyak lagi. faktor dalam dipengeruhi oleh adanya faktor keturunan
seperti contohnya gen yang diwariskan oleh induk kepada anaknya dan juga hormon
yang merangsang pertumbuhan.
A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA
TUMBUHAN
Biji tumbuhan yang merupakan calon individu baru mempunyai bagian-babian tertentu, yaitu: plumula(calon ujung batang), kotiledon(daun lembaga), hipokotil(sumbu bagian bawah kotiledon), radikula(callon akar), dan epikotil (sumbu bagian atas kotiledon). saat tahap perkecambahan tumbuhan belum bisa membuat makanan sendiri, sehingga tumbuhan mendapat cadangan makanan dari endosperma. Pada tumbuhan polong-polongan seperti kacang kotiledon digunaka sebagai cadangan makan, karena biji tersebut tak mempunyai endosperma. biji yang demikian tersebut bisa disebut dengan biji eksalbuminus. sedangkan biji yang berendosperma disebut dengan biji albuminus.
Dalam pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor dalam dan faktor luar.
Faktor Dalam
Faktor luar
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yaitu:
a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan.
Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan.
Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Tahukah kamu, apakah fungsi vitamin D di dalam tubuh?
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
e. Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.
Biji tumbuhan yang merupakan calon individu baru mempunyai bagian-babian tertentu, yaitu: plumula(calon ujung batang), kotiledon(daun lembaga), hipokotil(sumbu bagian bawah kotiledon), radikula(callon akar), dan epikotil (sumbu bagian atas kotiledon). saat tahap perkecambahan tumbuhan belum bisa membuat makanan sendiri, sehingga tumbuhan mendapat cadangan makanan dari endosperma. Pada tumbuhan polong-polongan seperti kacang kotiledon digunaka sebagai cadangan makan, karena biji tersebut tak mempunyai endosperma. biji yang demikian tersebut bisa disebut dengan biji eksalbuminus. sedangkan biji yang berendosperma disebut dengan biji albuminus.
Dalam pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor dalam dan faktor luar.
Faktor Dalam
Faktor dalam merupakan faktor yang berasal dari tumbuhan sendiri, antara
lain:
a. Gen
Gen berperan dalam pewarisan sifat
keturunan dari induk kepada anaknya atau dalam sel makhluk hidup. Gen juga
berperan sebagai pembawa kode untuk pembentukan enzim. Enzim berfungsi mengatur
laju berbagai reaksi metabolism dalam tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan akan
optimal jika laju metabolisme juga optimal. Perbedaan pada jenis gen akan
menyebabkan terjadinya respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang
sama.
b.
Hormon
Hormon pada tumbuhan disebut fitohormon.
Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organic yang dihasilkan
oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang
dipengaruhinya. Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons
fisiologis. Hormon dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu hormon pemicu
pertumbuhan (auksin, giberelin, dan sitokinin) dan hormon penghambat
pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormone kalin, dan asam traumalin).
Macam-macam hormon:
1.
Hormon auksin
Pertama kali ditemukan oleh Fritz Went, seorang peneliti asal Belanda. Ia
meneliti dengan objek penelitian rumput (Avena
Sativa), yaitu dengan
mengekstraks zat pengatur fototropisme pada tumbuhan rumput. Dari penelitian
ini didapatkan kesimpulan bahwa auksin banyak diproduksi di jaringan meristem.
Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari. Auksin mempengaruhi percepatan
pembelahan sel pada daerah meristem apical.
Manfaat auksin bagi tumbuhan, yaitu:
a)
Merangsang perpanjangan sel pada daerah titik
tumbuh.
b)
Merangsang pembentukan akar.
c)
Merangsang pembentukan buah tanpa biji
(partenokarpi).
d)
Merangsang diferensiasi jaringan pembuluh.
e)
Merangsang absisi (penguguran pada daun).
f)
Berperan dalam dominansi apical.
2.
Hormon giberelin
Ilmuwan yang menemukan hormone giberelin adalah Ewiti Kurosawa. Ia
menggunakan objek penelitian berupa tanaman padi (Oryza Sativa) yang terkena penyakit foolish seeding (tanaman pucat) dan jamur Gibberella fujikuroi. Ewiti Kurosawa berhasil melakukan isolasi
giberelin dari jamur Gibberella fujikuro,
yang diberi nama giberelin (GA/ Giberelic
Acid). Kesimpulan dari percobaan itu adalah pemanfaatan giberelin secara
umum yang dapat menyebabkan pertumbuhan raksasa.
Manfaat giberelin bagi tumbuhan, yaitu:
a)
Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan
sel.
b)
Merangsang perkecambahan biji.
c)
Memecah dormansi biji.
d)
Merangsang pembungaan dan pembuahan.
3.
Hormon sitikinin
Pertama kali ditemukan oleh Van Overbeek. Ia menggunakan objek penelitian
dengan meneliti pertumbuhan embrio dan air kelapa muda. Dari percobaan yang
dilakukan, ia berhasil mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel
(sitikinesis) yang disebut kinetin. Akhirnya dari penelitian itu dapat
disimpulkan bahwa pemanfaatan sitokininsecara umum menyebabkan pertumbuhan
tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun.
Hormon sitokinin bersama auksin dan giberelin merangsang pembelahan dan
pemanjangan sel, antara lain:
a)
Menghambat dominansi apical oleh auksin.
b)
Merangsang pertumbuhan kuncup lateral.
c)
Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d)
Mematahkan dormansi biji serta merangsang
pertumbuhan embrio.
e)
Merangsang pembentukan cabang akar.
f)
Menghambat pertumbuhan akar adventif.
g)
Menghambat proses penuaan (Senescence) daun, bungga, dan buah dengan cara mengontrol proses
kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun.
4.
Hormon asam absisat (ABA)
Ditemukan oleh ilmuwan P.F. Wareing dan F.T. Addicott. Objek penelitian
mereka adalah buah kapas. Dari percobaan itu di dapatkan kesimpulan bahwa
hormon asam absisat dapat menyebabkan kerontokan pada daun dan buah. Asam absisat
diproduksi pada daun, batang, dan buah yang masih muda.
Fungsi hormone asam absisat bagi tumbuhan, yaitu:
a)
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan
di daerah titik tumbuh.
b)
Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air.
c)
Membantu menutup stomata daun untuk
mengurangi penguapan.
d)
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan
sel, bahkan menghentikannya.
e)
Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk
menghasilkan gas etilen.
f)
Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah.
5.
Hormon gas etilen
Ditemukan oleh R. Gene (1934). Beliau mengadakan sebuah penelitian pada
buah yang masak. Hasil penelitian dari percobaan itu Adalah bahwa gas etilen
mempercepat pemasakan buah. Hormone ini termasuk hormon yang berbentuk gas. Selain
itu, gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2.
Fungsi hormon gas etilen, yaitu:
a)
Mempercepat pematangan buah.
b)
Menghambat perpanjangan akar, batang, dan
pembungaan.
c)
Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan
tebal.
d)
Merangsang proses absisi.
e)
Interaksi antara etilen dengan auksin memacu
proses pembungaan.
f)
Interaksi antara etilen dengan giberelin
mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus.
6.
Hormon luka / kambium luka/ asam traumalin
Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi
bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka. Asam
traumalin merupakan hormone yang berperan dalam regenerasi sel apabila tumbuhan
mengalami kerusakan jaringan (terluka). Hormon ini akan merangsang pembelahan
sel pada bagian yang luka sehingga terbentuk kalus (jaringan yang belum
terdiferensiasi). Vitamin B12 (riboflavin), piridoksin (vitamin B6),
asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang odapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan. Vitamin berperan sebagai kofaktor.
7.
Hormon kalin
Hormon kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Jenis-jenis
hormon kalin, yaitu:
1)
Rhizokalin, berfungsi merangsang pembentukan
akar (rizoid)
2)
Kaukalin, berfungsi merangsang pembentukan
batang (caulis)
3)
Anthokalin, berfungsi merangsang pembentukan
bunga (anthoceros)
4)
Filokalin, berfungsi merangsang pembentukan daun
(filus)
Faktor luar
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yaitu:
a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan.
Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan.
Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Tahukah kamu, apakah fungsi vitamin D di dalam tubuh?
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
e. Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.
Komentar
Posting Komentar