Faktor yang mempengaruhi membuka menutupnya stomata


Stomata merupakan salah satu organ penting pada bagian daun tanaman. Stomata berfungsi sebagai portal atau pengatur tak hanya satu mekanisme saja seperti pertukaran gas, namun stomata juga berfungsi sebagai pengatur aliran fluida dalam tanaman, dan perlindungan tanaman. Untuk itu terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari stomata ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1.      Faktor eksternal antara lain cahaya matahari, konsentrasi CO2, dan asam absisat (ABA).
2.      Faktor internal (jam biologis).

Cahaya matahari merangsang sel penjaga menyerap ion K+ dan air, sehingga stomata membuka pada pagi hari. mekanisme tersebut didahului dengan berpindahnya ion K+ pada sel tetangga dengan melalui transport aktif. Pada mulanya disemua bagian sel penjaga dan sel tetangga memiliki konsentrasi ion K+ yang sama sehingga tekanan air pada kedua jenis sel sama. Ketika lingkungan memiliki persediaan air yang cukup atau berlebih maka mekanisme membuka stomata dapat terjadi. Mekanisme diawali dengan perpindahan secara aktif ion K+ pada sel tetangga menuju sel penjaga. Hal tersebut mengakibatkan kepekatan pada sel penjaga, sehingga menimbulkan perpindahan air dari sel tetangga menuju sel penjaga. Perpindahan air ini merupakan bentuk menyeimbangkan tekan pada masing-masing sel. Perpindahan air ini akan membuat tekanan turgor pada sel penjaga. Sel penjaga memiliki struktur selulosa yang cenderung relatif
tidak elastis. sehingga mengakibatkan melengkungnya didnding sel penjaga.

Konsentrasi CO2 yang rendah di dalam daun juga menyebabkan stomata membuka. Stomata akan menutup apabila terjadi cekaman air.

Pada saat cekaman air, zat pengatur tumbuh ABA diproduksi di dalam daun yang menyebabkan membran menjadi bocor sehingga terjadi kehilangan ion K+ dari sel penjaga dan menyebabkan sel penjaga mengkerut sehingga stomata menutup.

Faktor internal yaitu jam biologis memicu serapan ion pada pagi hari sehingga stomata membuka, sedangkan pada malam hari terjadi pembebasan ion yang menyebabkan stomata menutup.

Stomata pada sebagian besar tanaman umumnya membuka pada siang hari dan menutup pada malam hari. Pada beberapa tumbuhan misalnya kelompok tumbuhan CAM stomata membuka pada malam hari sedangkan pada siang hari stomata menutup.

Menutupnya stomata pada siang hari merupakan adaptasi untuk mengurangi proses penguapan tumbuhan yang hidup di daerah kering.

Pada malam hari CO2 masuk ke dalam tanaman dan disimpan dalam bentuk senyawa C4. Selanjutnya senyawa C4 akan membebaskan CO2 pada siang hari sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis.

Adaptasi lainnya yang terdapat pada tumbuhan xerofit untuk mengurangi proses transpirasi yaitu memiliki daun dengan stomata tersembunyi (masuk ke bagian dalam) yang ditutupi oleh trikoma (rambutrambut yang merupakan penjuluran epidermis).

Pada saat matahari terik, jumlah air yang hilang melalui proses transpirasi lebih tinggi daripada jumlah air yang diserap oleh akar. Untuk mengurangi laju transpirasi tersebut stomata akan menutup. Menutupnya stomata akan menurunkan jumlah CO2 yang masuk ke dalam daun sehingga akan mengurangi laju fotosintesis.

Pada dasarnya proses membuka dan menutupnya stomata bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kehilangan air melalui transpirasi dengan pembentukan gula melalui fotosintesis.

Komentar